
Patah tulang merupakan cedera yang dapat terjadi akibat kecelakaan, olahraga, jatuh, maupun benturan keras lainnya. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari retakan ringan hingga patah tulang kompleks yang menyebabkan posisi tulang bergeser.
Tidak semua patah tulang membutuhkan operasi. Namun pada kondisi tertentu, tindakan operasi diperlukan untuk mengembalikan posisi tulang, menjaga stabilitas, serta membantu proses penyembuhan agar tulang dapat menyatu dengan baik.
Lalu, apa saja jenis operasi patah tulang yang umum dilakukan dan berapa lama proses pemulihannya?
- Apakah Semua Patah Tulang Harus Dioperasi?
- Kapan Operasi Patah Tulang Menjadi Pilihan yang Diperlukan?
- 7 Jenis Operasi Patah Tulang yang Umum Dilakukan
- Risiko Operasi Patah Tulang
- Berapa Lama Pemulihan Setelah Operasi Patah Tulang?
- Fase Rehabilitasi
- Faktor yang Memengaruhi Lama Pemulihan
- Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Penanganan Cepat Membantu Mempercepat Pemulihan
Apakah Semua Patah Tulang Harus Dioperasi?
Jawabannya adalah tidak. Beberapa kasus patah tulang dapat ditangani tanpa operasi menggunakan gips atau brace. Namun, operasi biasanya dipertimbangkan bila posisi tulang tidak stabil atau sulit kembali ke posisi normal hanya dengan pemasangan gips.
Keputusan tindakan akan ditentukan oleh dokter ortopedi berdasarkan:
- Lokasi patah tulang
- Jenis fraktur
- Tingkat pergeseran tulang
- Usia pasien
- Kondisi kesehatan secara keseluruhan
- Ada tidaknya cedera pada pembuluh darah atau saraf
Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk menentukan penanganan yang paling sesuai.
Kapan Operasi Patah Tulang Menjadi Pilihan yang Diperlukan?
Beberapa kondisi yang umumnya membutuhkan operasi antara lain:
Fraktur Bergeser (Displaced Fracture)
Tulang yang bergeser dari posisi normal sering kali memerlukan tindakan operasi agar dapat kembali sejajar dengan baik.
Fraktur Terbuka
Pada fraktur terbuka, tulang yang patah menembus kulit sehingga risiko infeksi lebih tinggi dan membutuhkan penanganan segera.
Fraktur Tidak Stabil
Fraktur yang mudah bergeser kembali setelah reposisi biasanya membutuhkan alat penyangga internal untuk mempertahankan posisi tulang.
Tulang Tidak Menyatu dengan Baik
Pada beberapa kasus, operasi dilakukan untuk membantu proses penyatuan tulang yang mengalami keterlambatan penyembuhan.
7 Jenis Operasi Patah Tulang yang Umum Dilakukan
Open Reduction and Internal Fixation (ORIF)
ORIF merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan pada patah tulang.
Pada prosedur ini, dokter akan:
- Mengembalikan posisi tulang yang bergeser
- Menstabilkan tulang menggunakan implan seperti pelat, sekrup, atau batang logam
ORIF banyak digunakan pada patah tulang lengan, kaki, pergelangan tangan, maupun pinggul.
Intramedullary Nailing (IM Nail)
Teknik ini menggunakan batang logam yang dimasukkan ke bagian tengah tulang panjang.
Intramedullary nailing sering digunakan pada patah tulang:
- Femur (tulang paha)
- Tibia (tulang kering)
- Humerus (lengan atas)
Metode ini memberikan stabilitas yang baik dan memungkinkan pasien mulai bergerak lebih cepat.
External Fixation
Pada teknik ini, alat penyangga dipasang di luar tubuh dan dihubungkan dengan pin yang menembus tulang.
External fixation biasanya digunakan pada:
- Fraktur terbuka
- Cedera berat akibat kecelakaan
- Kondisi jaringan lunak yang masih mengalami pembengkakan
Percutaneous Pinning
Metode ini menggunakan pin logam yang dimasukkan melalui kulit tanpa sayatan besar.
Teknik ini cukup sering digunakan pada:
- Patah tulang pergelangan tangan
- Fraktur pada anak
- Fraktur sederhana tertentu
Plate and Screw Fixation
Pelat dan sekrup digunakan untuk mempertahankan posisi tulang selama proses penyembuhan berlangsung.
Metode ini memberikan stabilitas yang baik terutama pada fraktur yang kompleks.
Wire Fixation
Wire fixation menggunakan kawat khusus untuk membantu menahan fragmen tulang pada posisi yang tepat.
Teknik ini biasanya digunakan pada lokasi tertentu seperti tempurung lutut atau siku.
Operasi Penggantian Sendi (Joint Replacement)
Pada beberapa kasus, terutama pada patah tulang pinggul berat pada lansia, dokter dapat mempertimbangkan operasi penggantian sendi.
Tujuannya adalah membantu pasien kembali bergerak dan mengurangi risiko komplikasi akibat imobilisasi terlalu lama.
Risiko Operasi Patah Tulang
Secara umum, operasi patah tulang memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Namun, seperti tindakan medis lainnya, prosedur ini tetap memiliki risiko.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
- Infeksi
- Perdarahan
- Cedera saraf atau pembuluh darah
- Pembentukan bekuan darah
- Tulang lambat menyatu (delayed union)
- Tulang gagal menyatu (nonunion)
- Kegagalan atau pergeseran implan
Risiko tersebut dapat diminimalkan dengan operasi yang tepat dan rehabilitasi yang baik.
Berapa Lama Pemulihan Setelah Operasi Patah Tulang?
Proses penyembuhan tulang berbeda pada setiap pasien.
Secara umum:
- Tulang kecil: sekitar 6–8 minggu
- Tulang panjang: 3–6 bulan
- Fraktur kompleks: hingga 6–12 bulan
Pasien biasanya akan menjalani beberapa tahapan pemulihan:
Fase Awal
Fokus pada mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Fase Penyatuan Tulang
Tulang mulai membentuk jaringan baru dan secara bertahap menjadi lebih kuat.
Fase Rehabilitasi
Latihan dan fisioterapi dilakukan untuk:
- Mengembalikan kekuatan otot
- Memperbaiki rentang gerak
- Membantu pasien kembali beraktivitas
Faktor yang Memengaruhi Lama Pemulihan
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi proses penyembuhan antara lain:
- Usia pasien
- Lokasi dan jenis fraktur
- Adanya osteoporosis atau diabetes
- Kebiasaan merokok
- Status nutrisi
- Kepatuhan menjalani fisioterapi
Karena itu, waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis bila mengalami:
- Nyeri hebat setelah jatuh atau kecelakaan
- Bengkak dan deformitas pada anggota tubuh
- Sulit menggerakkan tangan atau kaki
- Luka terbuka disertai tulang yang terlihat
- Mati rasa atau perubahan warna pada jari
Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang penyembuhan yang optimal.
Penanganan Cepat Membantu Mempercepat Pemulihan
Operasi patah tulang tidak selalu diperlukan pada setiap kasus. Namun, pada fraktur yang berat atau tidak stabil, tindakan operasi dapat membantu mengembalikan posisi tulang dan mempercepat pemulihan fungsi anggota tubuh.
Karena setiap jenis patah tulang memiliki karakteristik yang berbeda, pemeriksaan oleh dokter ortopedi sangat penting untuk menentukan pilihan terapi yang paling tepat.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami cedera yang dicurigai sebagai patah tulang, jangan menunda pemeriksaan agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15241-bone-fractures
- https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/fractures-broken-bones/
- https://surgeryreference.aofoundation.org/orthopedic-trauma/adult-trauma/basic-technique/basic-principles-of-im-nailing#nail-removal
Artikel ini dibuat dalam panduan dan pengawasan langsung langsung dr. Dadang R. Sasetyo., Sp.OT(K)., Subsp.PL., AIFO-K. Segala informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, pemeriksaan, maupun diagnosis dokter. Hindari self-diagnosis, dan konsultasikan keluhan Anda langsung dengan dr. Dadang R. Sasetyo., Sp.OT(K)., Subsp.PL., AIFO-K untuk penanganan yang tepat.



