Keahlian:

Prosedur Arthroscopic & Minimal Invasif
Teknik modern dengan sayatan kecil untuk menangani cedera sendi secara presisi, nyeri lebih minimal, dan pemulihan lebih cepat. Pasien umumnya dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibanding operasi terbuka konvensional. Risiko perdarahan, infeksi, dan kerusakan jaringan juga lebih rendah.
Robotic-Assisted Knee Replacement
Operasi penggantian lutut menggunakan teknologi robotik untuk akurasi penempatan implan yang lebih presisi. Hasilnya gerakan lutut terasa lebih natural, nyeri pasca operasi lebih terkontrol, dan pemulihan lebih optimal. Membantu meningkatkan kenyamanan serta daya tahan sendi jangka panjang.
Fiksasi Fraktur — Internal & Eksternal (ORIF/OREF)
Tindakan operasi terbuka pada kasus cedera tulang ringan hingga patah tulang kompleks. Prosedur ini menggunakan implan khusus seperti pelat, pen tulang, fiksator eksternal. Tujuan tindakan ini agar tulang menyambung kembali dan pulih optimal, meminimalkan kekakuan sendi, dan mempercepat pemulihan fungsi.
Bedah Tulang Belakang untuk kasus HNP
Prosedur dekompresi untuk membebaskan saraf terjepit, kesemutan kronis, menghilangkan nyeri menjalar, dan kelemahan tungkai yang tidak membaik dengan terapi konservatif. Sebagian besar pasien merasakan perbaikan gejala secara signifikan dalam beberapa hari pasca-tindakan.
Bedah Rekonstruktif Sendi (Open Arthroplasty)
Operasi kerusakan sendi yang sudah tidak dapat ditangani secara minimal invasif. Tindakan ini diperuntukan pada kondisi pengapuran sendi parah, deformitas berat, dan kegagalan implan sebelumnya. Dengan rehabilitasi yang terstruktur, sebagian besar pasien dapat kembali berjalan tanpa nyeri dalam 6–12 minggu.
Manajemen Cedera Akut & Trauma Muskuloskeletal
Penanganan cepat dan terukur untuk cedera tulang, otot, ligamen, hingga sendi akibat kecelakaan atau aktivitas berat. Fokus pada stabilisasi cedera, mengurangi nyeri, dan mempercepat proses pemulihan. Membantu mencegah komplikasi jangka panjang serta kerusakan permanen.
Injeksi Terapeutik & Prosedur Non-Bedah
Terapi minim tindakan seperti injeksi hyaluronic acid (pelumas sendi), nerve block injection, aspiration / joint fluid removal untuk mengurangi nyeri sendi dan peradangan tanpa operasi besar. Pasien tetap dapat beraktivitas normal. Cocok untuk tahap awal cedera, pengapuran, maupun terapi pendukung rehabilitasi.
Diagnosa Hasil Pencitraan Muskuloskeletal
Analisis detail hasil MRI, CT Scan, dan X-Ray untuk memastikan diagnosis lebih akurat dan penanganan lebih tepat sasaran. Membantu mendeteksi sumber nyeri atau cedera yang sering sulit dikenali serta membuat perencanaan tindakan terapi menjadi lebih cepat, presisi, dan efektif.
Penanganan Masalah Tulang & Sendi Lainnya
Menangani berbagai keluhan ortopedi mulai dari nyeri sendi, gangguan gerak, hingga kelainan tulang secara komprehensif. Pendekatan terapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien. Fokus pada pemulihan fungsi tubuh dan kualitas hidup jangka panjang.
Keahlian Penanganan Cedera Olahraga Lainnya
Penanganan khusus untuk cedera akibat olahraga seperti robekan ligamen, cedera lutut, bahu, hingga overuse injury. Mengutamakan pemulihan performa dan mobilitas agar pasien dapat kembali beraktivitas atau berolahraga dengan aman. Didukung pendekatan modern yang cepat, presisi, dan minim risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ):
Nyeri ringan akibat aktivitas biasanya membaik dalam beberapa hari. Namun bila nyeri disertai bengkak, kelemahan anggota gerak, sulit berjalan, mati rasa, atau keterbatasan gerak, kondisi tersebut sebaiknya Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter ortopedi.
Gejala pengapuran sendi biasanya berupa nyeri saat berjalan, sendi terasa kaku terutama pagi hari, bunyi pada lutut, hingga keterbatasan gerak. Bila dibiarkan, kondisi dapat semakin mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien.
Operasi arthroscopy dapat digunakan untuk menangani berbagai gangguan sendi dan lutut seperti robekan meniscus, cedera ligamen ACL/PCL, pengapuran sendi tahap tertentu, radang sendi, lutut terkunci, cedera tulang rawan, hingga cedera bahu dan pergelangan kaki akibat olahraga atau aktivitas berat. Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil menggunakan kamera khusus sehingga tindakan lebih presisi dan minim kerusakan jaringan. Dibanding operasi terbuka, arthroscopy umumnya menawarkan nyeri pasca tindakan lebih ringan, masa rawat lebih singkat, dan pemulihan aktivitas yang lebih cepat.
Operasi penggantian sendi lutut biasanya dipertimbangkan bila nyeri lutut akibat osteoarthritis sudah menyulitkan Anda berjalan, naik tangga, atau aktivitas harian meskipun sudah menjalani terapi obat dan fisioterapi. Teknologi robotic-assisted knee replacement membantu tindakan menjadi lebih presisi dan nyaman bagi pasien.
Tidak selalu. Sebagian kasus saraf terjepit dapat membaik dengan terapi konservatif seperti obat, fisioterapi, atau injeksi. Operasi biasanya dipertimbangkan bila nyeri menjalar, kelemahan kaki, atau gangguan aktivitas tidak membaik dengan terapi non-bedah.
Cedera olahraga yang sering ditangani meliputi robekan ACL, cedera meniscus, bahu lepas, keseleo pergelangan kaki, tendon robek, hingga nyeri akibat overuse injury pada atlet maupun individu aktif. Penanganan bertujuan mengembalikan mobilitas dan performa agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Tidak. Banyak prosedur ortopedi modern menggunakan teknik minimal invasif sehingga masa rawat lebih singkat dan pasien dapat mulai mobilisasi lebih cepat sesuai kondisi medis masing-masing.
